Motivator Indonesia Terbaik, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia

Rabu, 07 September 2016

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Bisnis, Motivator Sukses

Di seminar motivasi, terutama in-house seminar, saya sering diminta untuk membahas soal visi dan target. Sebagai motivator Indonesia, permintaan itu saya iyakan.

Begini. Setiap profesional sejati mesti bisa 'meraba' kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible). Rupa-rupanya, ini malah lebih dahsyat. Misalnya, soal niat dan visi. Terus, apa lagi? Banyak. Simak saja » http://bit.ly/TakTerlihat

Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Bisnis-Motivator-Motivator-Sukses

Terkait dengan itu, kadang seorang profesional perlu berhenti sejenak dari kesibukan. Buat apa? Meluruskan visi, meluruskan niat, memperbaiki diri, introspeksi diri, mengevaluasi kinerja, mengamati pesaing, mengamati ekonomi, dst. Nah, tulisan berikut rada berat, hanya buat leader dan calon leader. Simak » http://bit.ly/introspeksi

Motivator-Motivator-Sukses-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Bisnis

Membahas visi tak dapat dilepaskan dengan keberuntungan. Dan ternyata keberuntungan itu punya pola tersendiri. Simak » http://bit.ly/SupayaBeruntung

Sekiranya Anda mau lebih berdaya dan lebih beruntung dalam mencapai target, simak ini » http://bit.ly/RaguRagu

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia, Motivator Terbaik Indonesia

Sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang saya membahas soal gergaji. Dan tidak sedikit yang bertanya-tanya, "Maksudnya apa?"

Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Terbaik-Indonesia

Begini. Ternyata salah satu kebiasaan efektif menurut Stephen Covey adalah ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw), termasuklah di dalamnya, introspeksi diri dan evaluasi diri. 

Sesibuk apapun kita menggergaji, tetap saja kita harus berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Yang seperti ini, agama menyebutnya muhasabah,yang artinya melakukan perhitungan. 

motivator-indonesia-motivator-dunia-nick-vujicic-motivator-terbaik

Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Ini sering saya singgung dalam seminar motivasi dan training motivasi. Kenapa?

motivator-indonesia-motivator-dunia-motivator-islami-motivator-muda

Orang-orang strategic management mana pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? Istilahnya, Introspection for Improvement. Apa pendapat Anda? 

Senin, 05 September 2016

Seminar Motivasi Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal Asia

Di seminar motivasi untuk perusahaan, saya dan rekan dari training provider kadang bertanya.

Anda karyawan?

Suka atau tidak suka, 
siap atau tidak siap,
atasan atau bawahan,
pastilah Anda bakal pensiun.

Betul apa betul?

Sudahkah Anda mempersiapkan diri?

Seminar-Motivasi-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal-Asia

Izinkan saya mengambil sebuah ilustrasi. Sebuah penelitian yang dihelat oleh Liberty Investments menyibak bahwa untuk mempersiapkan diri pensiun di umur 40 tahun, setidaknya Anda harus menabung sebesar 62,44 persen dari gaji bulanan Anda. Rutin tentunya. Sementara, jika Anda memutuskan untuk pensiun di usia yang lebih tua yaitu 70 tahun, Anda hanya perlu menabung sebesar 5,27 persen dari gaji bulanan Anda.

Masih banyak lagi hal-hal yang perlu kita ketahui sebagai karyawan dan calon pensiunan. Ada baiknya Anda mengikuti training persiapan pensiun, apakah yang diadakan oleh kantor ataupun Anda ikuti sendiri di luar kantor. Sekurang-kurangnya, bacalah buku tentang persiapan pensiun. Kabar baiknya, saya dan kawan-kawan insya Allah akan merilis buku 'Karyawan Juga Bisa Kaya' dan royalti 100% untuk sedekah.

Motivator-Indonesia-Terkenal-Asia-Seminar-Motivasi-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Terbaik

Yang harus dipahami oleh karyawan adalah, masa pensiun bukanlah akhir dari hidup dan bukanlah ujung dari karya. Sama sekali BUKAN. Bagi sebagian orang, masa pensiun justru menjadi ‘kurva kedua’ dalam hidupnya, yakni masa produktif berikutnya setelah masa tugas resminya usai dan selesai. Sebut saja, second chance. Training Masa Persiapan Pensiun atau Training MPP adalah salah satu solusi yang akan menjelaskan ini semua. Tak cukup melalui seminar motivasi berdurasi 2-3 jam saja.

Salam berkah berlimpah dari saya, Ippho Santosa - Motivator Indonesia

Seminar Motivasi Pekerja, Motivator Indonesia Terbaik, Seminar Motivasi Kerja

Dalam seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses, kadang saya mengambil cinta sebagai bahan penggugah.


Seminar-Motivasi-Pekerja-Motivator-Indonesia-Terbaik-Seminar-Motivasi-Kerja

Tanpa mendengar lagu The Beatles sekalipun,tanpa menyimak kisah Romeo-Juliet sekalipun, tanpa berkunjung ke Menara Eiffel sekalipun, kita semua sudah tahu akan kekuatan cinta. Yup, c-i-n-t-a. Lima huruf dengan beribu makna.

Dalam memberikan in-house seminar atau training korporat, saya sering bertanya kepada peserta. Terkait kerja, mengapa Anda mau bekerja 6 sampai 8 jam sehari? Anda sebagai pembaca blog mungkin akan menjawab begini. Mungkin karena kecintaan Anda pada pekerjaan dan perusahaan Anda. Mungkin karena kecintaan Anda kepada orangtua, anak, dan istri Anda. Mungkin karena kecintaan Anda kepada Tuhan dan Tuhan telah memerintahkan Anda untuk menjalankan peran khalifah dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh. Begitu kan? Dengan kata lain, kekuatan action dan bisnis tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi dengan bahan bakar cinta. Jelas sudah, cintalah yang membarakan, cintalah yang menggerakkan!

Seminar-Motivasi-Kerja-Seminar-Motivasi-Pekerja-Motivator-Indonesia-Terbaik

Selanjutnya, terkait kreativitas. Pertanyaan saya, mengapa Anda berusaha berkreasi dan berimajinasi dengan hebat? Mungkin karena kecintaan Anda pada masa depan Anda. Mungkin karena kecintaan Anda pada pekerjaan Anda. Sesuai pesan Thomas Friedman, jika ingin mengasah otak kanan, maka lakukan sesuatu yang Anda cintai. Do what you love, love what you do. Mungkin karena kecintaan Anda kepada Allah dan Allah telah memerintahkan Anda untuk berkreasi dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh. Begitu kan? Dengan kata lain, kekuatan otak kanan tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi dengan bahan baku cinta. Jelas sudah, cintalah yang membaikkan, cintalah yang menggerakkan!

Motivator-Indonesia-Terbaik-Seminar-Motivasi-Kerja-Seminar-Motivasi-Pekerja

Selanjutnya, terkait sedekah. Kembali saya bertanya, mengapa Anda mau bersedekah, berbagi, atau berderma 10 persen sampai 30 persen? Mungkin karena kecintaan Anda kepada diri Anda. Sedekah itu kan berbalas dan berpahala. Mungkin karena kecintaan Anda kepada fakir-miskin, yatim-piatu, rumah ibadah, dan pesantren. Mungkin karena kecintaan Anda kepada Allah dan Allah telah memerintahkan Anda untuk bersedekah dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh. Dengan kata lain, kekuatan sedekah tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi dengan elemen-eleman cinta. Jelas sudah, cintalah yang merekatkan, cintalah yang menggerakkan!


Motivator-Indonesia-Terbaik-Seminar-Motivasi-Kerja-Seminar-Motivasi-Pekerja-Motivator-Indonesia-Terbaik

Terakhir, terkait keluarga. Lagi-lagi saya bertanya, mengapa Anda mau berbakti kepada orangtua?Mungkin karena kecintaan Anda kepada diri Anda. Berbakti itu kan berbalas dan berpahala. Mungkin karena kecintaan Anda kepada orangtua, yang tidak terkira jasa-jasanya selama ini kepada Anda. Mungkin karena kecintaan Anda kepada Allah dan Allah telah memerintahkan Anda untuk berbakti kepada orangtua dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh. Dengan kata lain, bakti kepada orangtua tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi dengan sayap-sayap cinta. Jelas sudah, cintalah yang meninggikan, cintalah yang menggerakkan!

seminar-ippho-santosa-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis

Sebagai motivator Indonesia atau trainer asli Indonesia, saya pun menyimpulkan, sukses itu dekat dengan cinta. Tidak jauh. Di mana sukses akan berpihak pada orang-orang yang pandai mencintai dan mengasihi. Maksudnya, orang-orang yang berbakti kepada orangtua. Menyayangi istri. Menafkahi keluarga. Membantu sesama. Menyantuni yatim-piatu. Menjalin silaturahim. Melayani pelanggan. Menghargai mitra. Apa pendapat Anda? Saya tunggu komentar Anda...

Minggu, 04 September 2016

Seminar Motivasi Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terbaik

SMS 0812-704-9090 untuk mengundang Ippho Santosa dalam seminar motivasi.




Ia adalah International Trainer dan Mega-Bestselling Author dengan prestasi-prestasi langka, bahkan sampai diliput oleh Voice of America:
  • Berseminar di belasan negara di 4 benua.
  • 1 dari 24 tokoh pilihan 2013 menurut RCTI.
  • Penulis inspiring 2013 menurut ikatan penerbit se-Indonesia.
  • Penulis dengan total penjualan lebih dari 1 juta eksemplar.
  • Narasumber di berbagai TV dan bintang iklan operator seluler.
  • Pendiri SD dan TK Khalifah dengan 70-an cabang.
  • Penerima MURI Award.
Track record unik sebagai motivator dan praktisi ini, membuat ratusan perusahaan dan institusi sering mengundangnya, di antaranya Kimia Farma, Pertamina EP, DP Pertamina, Pertamina Cilacap, Telkom Indonesia, Bank Indonesia, BNI Syariah, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, OJK, Bursa Efek Jakarta, Prudential, 4Life, ICMI Amerika, dan masih banyak lagi. Melalui social media, ia pun mengilhami dan menjangkau jutaan orang setiap minggunya. Follow saja @ipphoright (Twitter, Instagram, dan Telegram).



In-House Seminar dan In-House Training yang biasa ia bawakan:
  • 7 Keajaiban Rezeki: Saatnya Meraih Rezeki Berkah Berlimpah
  • Success Protocol: Saatnya Perusahaan Tumbuh Lebih Cepat
  • Teamwork Protocol: Saatnya Tim Tumbuh Lebih Solid
  • Pension Protocol: Masa Persiapan Pensiun
  • Marketing with Love: Saatnya Menaklukkan Hati Pelanggan
  • Topik-topik yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
Public Seminar and Public Training yang biasa ia bawakan:
  • 7 Keajaiban Rezeki: Nasib Berubah, Rezeki Bertambah
  • Moslem Millionaire: Percepatan Rezeki Dengan Otak Kanan
  • Magnet Rezeki: Mengubah Jutaan Jadi Miliaran
Untuk mengundangnya dalam seminar motivasi dan training motivasi:
  • SMS 0812-704-9090


Sabtu, 03 September 2016

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia

Dalam seminar motivasi, saya sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang diminta bicara soal keluarga. Maka muncullah sederet pertanyaan.

Selama ini, kerja dan keluarga seolah-olah dua hal yang terpisah. Benarkah demikian? Lantas, gimana solusinya? Tetap bersemangat dalam kerja, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/KeluargaKerja
Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Asia
Selanjutnya, jodoh itu nasib atau takdir? Bisakah diupayakan? Kalau bisa, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/istrimu

Sekiranya istri suka shopping, gimana menyikapinya? Benarkah shopping identik dengan keburukan? Simak » http://bit.ly/istribelanja

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal

Lalu, penafkahan itu tanggung-jawab siapa? Laki-laki apa perempuan? Bolehkah perempuan mencari nafkah? Benarkah susu formula itu baik? Mohon jangan tersinggung, simak baik-baik » http://bit.ly/LakiLaki

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Terbaik

Terakhir, soal orangtua. Kita sama-sama tahu bahwa berbakti itu mengundang rezeki. Kita pun sama-sama tahu bahwa berbakti itu menuai keberkahan. Namun, cukupkah bakti kita selama ini? Lantas, gimana baiknya? Simak » http://bit.ly/Berbakti

Minggu, 07 Agustus 2016

Seminar Motivasi Sukses, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal


Hanya sedikit orang yang menyukai hari Senin.
Terutama karyawan. Hehehe.

Maka, inilah seruan saya pagi ini:
“Ayo kerja! Jangan manja!”
“Ayo kerja keras! Jangan malas!”

Memang, ular dan burung saja dijamin rezekinya. Apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu semua bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras.
Kemarin di seminar ‘Rezeki Tak Disangka-Sangka’ saya bersama Nasrullah (pelopor property syariah), Shamsi Ali (imam dari New York), dan Peggy Melati (inspirator hijrah) berbagi ilmu serta pengalaman. Sayang sekali mereka yang tidak ikutan seminar ini. Di tengah acara, hadir juga Sandiaga Uno (orang terkaya urutan ke-47) dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar).

Seminar-Motivasi-Sukses-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Terkenal


Kami bicara soal banyak hal, mulai dari positive energy, attitude ketika dipecat, attitude ketika krisis, merintis bisnis, sampai dakwah di 20-an negara. Satu poin yang kami sadari bersama, tak mudah mengelola bisnis dan mengelola orang. Sandiaga Uno kemudian berkisah tentang pengalamannya mengelola 50.000 karyawan di bisnisnya sendiri.

Saat pemerintah menyerukan, “Kerja, kerja, kerja,” saya tambahkan dengan seruan, “Positif, positif, positif.” Kenapa? Begini. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?

Dan masih banyak lagi tips-tips lain terkait rezeki yang tidak disangka-sangka. Kapan-kapan kita bahas. Shamsi Ali juga berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibukota dunia’ yakni New York. Itu juga rezeki yang tidak disangka-sangka.

Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal wajah damai Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.

Yakinlah, rezeki tak pernah bergerak linier alias lurus-lurus saja. Akan selalu ada pertolongan dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Bagi siapa? Bagi mereka yang sudah pantas dan selalu memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Follow @ipphoright.

Selasa, 26 Juli 2016

Peserta Seminar Motivasi Alami Luka Bakar, Motivator Dunia Terkenal, Motivator Dunia Terbaik

Seminar motivasi atau training motivasi diharapkan menjadi salah satu momentum perubahan bagi banyak orang. Salah satu motivator terbaik dunia adalah Tony Robbins. Alhamdulillah saya pernah mengikuti seminarnya di Australia, bahkan diajaknya naik ke panggung, lalu makan siang bareng. Ya, bersama peserta pilihan lainnya.
Peserta-Seminar-Motivasi-Alami-Luka-Bakar-Motivator-Dunia-Terkena-Motivator-Dunia-Terbaik

Namun, sebuah insiden pernah terjadi di seminar motivasi dari Tony Robbins. Lebih dari 30 orang mengalami luka bakar saat mengikuti seminarnya. Mereka mengalami luka bakar dalam berbagai tingkatan, setelah motivator berusia 50-an tahun itu mengajak hadirin berjalan di atas bara api, sebagai latihan menghadapi rasa takut.
Motivator-Dunia-Terbaik-Peserta-Seminar-Motivasi-Alami-Luka-Bakar-Motivator-Dunia-Terkenal

Bara api tersebut ditebar Tony Robbins di luar Gedung Pertemuan Kay Bailey, Texas, Amerika Serikat, sebagai rangkaian seminar empat harinya yang bertajuk ‘Unleash The Power Within’. Panitia memaparkan kira-kira 7.000 orang ambil bagian dalam aksi tersebut dan hanya lima orang yang dilarikan ke rumah sakit karena meminta perawatan lebih lanjut. Ini sebagaimana dikutip Belfast Telegraph, pertengahan 2016.

Salah satu peserta, Jacqueline Luxemberg, menerangkan beberapa orang tidak berkonsentrasi penuh saat berjalan di atas bara api, karena mereka sibuk selfie dan meminta orang lain merekam aksinya. Petugas pemadam kebakaran mengatakan korban luka dirawat dalam satu unit bus yang terparkir di luar gedung. Sisanya dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans atau dirawat di bagian belakang gedung pertemuan.


Insiden tersebut jarang sekali terjadi di seminar Tony Robbins. Insiden terakhir terjadi pada 2012 di San Jose, California. Semoga berita ini tidak menyurutkan semangat Anda untuk mengikuti seminar atau pelatihan SDM manapun. Motivator Indonesia